Jumat, 17 Desember 2010

Laporan Praktikum Uji Vitamin C

Tujuan :

Membuktikan adanya kadar vitamin C dalam sampel secara kualitatif

Prinsip :

a. Gula pereduksi yang mempunyai gugus keton dan aldehid yang bebas, dapat mereduksi Cu2+ dalam suasana basa dari NaCO3 menghasilkan endapan Cu2O atau CuO.

b. Vitamin C dengan penambahan larutan FeCl3 akan terbentuk larutan yang berwarna merah sampai ungu.

Dasar Teori :

Vitamin adalah kelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolism organisme. Dipandang dari sisi enzimologi, vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan untuk memperlancar proses metabolisme tubuh dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat dalam proses enzimatik. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu diabaikan, akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita, karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Kondisi kekurang vitamin disebut avitaminosis.

Berdasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat kelarutannya tersebut, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan dalam tubuh.

Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin c termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan semakin sering dijumpai.

Vitamin C perlu untuk menjaga struktur kolagen, sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka, patah tulang, memar, perdarahan kecil dan luka ringan. Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan ia mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, ia dapat meningkatkan pembuangan faeses atau kotoran. Tak heran bila berlebihan, vitamin ini dapat mengakibatkan diare. Untuk pencegahan kurangi konsumsinya, atau ganti dengan natrium askorbat. Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi.

Pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat dan natrium sitrat. Glukosa dapat mereduksi ion Cu++ dari kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang kemudian mengendap sebagai Cu2O. Adanya natrium karbonat dan natrium sitrat membuat pereaksi Benedict bersifat basa lemah. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau, kuning atau merah bata.

Dalam praktikum ini bahan yang digunakan adalah asam askorbat atau biasa disebut sebagai vitamin C murni.

Alat & Bahan :

a. pereaksi Benedict

b. larutan NaHCO­­3 5%

c. larutan FeCl3 1%

d. Alat Pemanas

e. Tabung Reaksi

f. pipet tetes

g. kertas pH universal

Prosedur :

Metode A

1. Dimasukkan seujung sepatula serbuk asam askorbat kedalam tabung reaksi, kemudian dilarutkan dengan aquadest.

2. Diambil 5 tetes larutan kedalam tabung reaksi.

3. Ditambahkan 15 tetes pereaksi Benedict.

4. Dipanaskan diatas api kecil sampai mendidih selama 2 menit.

5. Diamati adanya endapan yang terbentuk, warna hijau kekuningan sampai merah bata menandakan vitamin C positif

Metode B

1. Dimasukkan 10 tetes larutan kedalam tabung reaksi.

2. Dinetralkan larutan menggunakan NaHCO3 5%.

3. Ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3.

4. Diamati warna yang terjadi, warna merah sampai ungu menandakan vitamin C positif.

Hasil :

Bahan

Metode A

Metode B

Asam askorbat

Positif / (+)

Terbentuk endapan merah bata

Positif / (+)

Terbentuk larutan ungu tua

Pembahasan :

Berdasarkan percobaan diatas dapat dibuktikan bahwa asam askorbat merupakan vitamin C murni. Ini dibuktikan dengan uji vitamin C diatas dengan menggunakan 2 metode yaitu metode dengan menggunakan pereaksi benedict dan metode B dengan penambahan FeCl3 dimana metode B ini lebih sensitif terhadap adanya vitamin C. Adapun hasil akhir dari metode A adalah dengan terbentuknya endapan merah bata setelah reaksi selama 2 menit. Sedangkan pada metode B terbentuk endapan berwarna ungu tua.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil percobaan diatas dapat disumpalkan bahwa asam askorbat mengandung vitamin C ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata pada metode A dan endapan ungu tua pada metode B.

Daftar Pustaka :

1. Poedjadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia (UI - Press).

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Free Blog Templates

klo dah dibaca jgn lupa kasih comment y..

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

Great Morning ©  Copyright by gie_red | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks